Born to kill
posted by badboy
selamat menikmati !
Harap like kalau ingin
tetap hidup .!
Part 7
“ pak saya punya
kabar buruk ? “ , kata vino kepada kepala polisi .
“ apa maksudmu ? “
, tanya kepala polisi .
“ baru saja beni
tewas pak , dan mayatnya sedang di bawa ke rumah sakit untuk di
otopsi “ , jelas vino kepada kepala polisi .
“ jadi hanya sisa dua
orang ya ? “ , keluh kepala polisi .
“ hai rio ? “ ,
ucap seseorang yang tiba tiba mengagetkan mereka berdua .
“dewo ? “ , ucap
vino dan kepala polisi .
“ bagaimana kau bisa
kesini ? “ , tanya rio kepala polisi .
“ ini tentang tragedi
itu kan ? “ , tanya dewo .
“ kau tahu juga ya !
“ , jawab vino .
“ mungkin malam ini
atau besok kita selanjutnya “ , sambung kepala polisi .
“ jadi begitu ya “
, ucap dewo yang menyalakan rokoknya .
“ kekekekeke ..... “
, suara tawa seseorang yang muncul dari kegelapan .
“ jadi kalian sedang
membicarakan kematian kalian ? “ , ujar orang yang masih belum
menampakkan dirinya .
“ siapa kau ! “ ,
bentak kepala polisi .
“ tenanglah rio , tak
usah marah marah ? “ , ucap pria itu berjalan mendekati ketiga
orang itu sambil disertai senyuman liciknya .
“ deniz ...??? “ ,
suara ketiga orang itu yang keget atas kehadiran deniz .
“ lalu dimana vera
dan dewi ? “ , tanya vino .
“ mereka sedang aku
suruh mengambil salah satu saksi hidup .
“ bagaimana kau bisa
kesini ? “ , tanya dewo .
“ aku yang menyuruh
vera dan dewi yang menjemput dia “ , jawab vino .
“ dan dewo sekarang
menunduklah ! “ , perintah deniz .
“ apa maksudmu ? “
, tanya dewo .
“ ddddduuuuuuaaaarrrr
“ , sebuah peluru menembus kepala dewo dari belakang .
“ dewoooo ? “ ,
ucap kepala polisi , tapi semuanya terlambat . Dewo tewas ditempat .
Vino dan deniz melihat
sosok berjubah itu berada di atap gedung samping kantor polisi ,
mereka kemudian berlari ke gedung tersebut , yang kemudian diikuti
oleh kepala polisi .
Sesampainya mereka di
atap gedung mereka bertiga tak menemukan apapun . Hanya ada sebuah
kertas yang bertuliskan .
“ KALIAN MUNGKIN BISA
MENANGKAP PENJAHAT , MAFIA , KORUPTOR , ATAU TERORIS . TAPI KALIAN
TAK BISA MENANGKAP KEMATIAN KALIAN “ .
“ apa maksud dari ini
? “ , tanya kepala polisi .
“ lebih baik kita
pergi ke tempat ini berawal ? “ , ajak deniz dengan tatapan tajam
ke vino dan kepala polisi .
“ baiklah , kita
pergi ke gedung kematian ! “ , ucap vino dan kepala polisi dengan
lantang .
“ tapi kayaknya aku
ada keperluan , kalian bedua pergilah dulu , nanti aku menyusul “ ,
ucapan deniz sambil meninggalkan vino dan kepala polisi .
“ baik “ , jawaban
yang keluar dari mulut vino .
*******
sementara vera dan dewi
yang ditugaskan deniz menjemput zhoe dari rumah vera ,langsung menuju
ke kantor polisi dengan mobilnya . Sebelum tiba tiba sosorang
berhenti di depannya .
“ wwwaaaahhh .... !
, siapa sih yang ada ditengah jalan “ , ucapan dewi yang masih
menginjak pedal remnya .
“ tenanglah gadis ,
tak perlu takut “ , sosok itu membalikkan badanya ke arah dewi dan
vera .
“ deniz ? “ , ucap
vera dan dewi secara bersamaan .
“ sedang apa anda
disini ? “ , tanya vera yang sedikit curiga dengan deniz .
“ iya deniz ,
bukankah seharusnya anda berada di kantoR polisi untuk menemui vino ?
“ , sambung dewi .
“ ceritanya panjang
gadis , kita tak punya waktu untuk membahasnya “ , ucap deniz yang
membuka pintu belakang mobil .
“ kita ke gedung
kematian sekarang ! “ , ucap deniz sambil duduk di belakang bersama
zhoe .
“ untuk apa kita
kesana pak ? “ , tanya dewi yang melihat menengok kebelakang .
“ aku jelaskan sambil
jalan “ , jawab deniz yang membuka handphone nya .
Mereka berempat pun
pergi menuju gedung kematian .
******
Gedung kematian .
Di depan gedung itu
nampak berdiri dua orang yang tak lain adalah kepala polisi dan vino
.
Mereka teringat akan
kejadian dan kesalahan mereka dimasa lalu . Mereka mulai berjalan
masuk .
“ apa kau ingat
kejadian itu vino ? “, tanya kepala polisi .
“ ya tentu saja pak
“ , jawab vino dengan menghisap rokoknya .
“ aku dulu memang
berdosa pada dia , mungkin kalau bukan karena aku , semuanya tak jadi
begini “ , ucap kepala polisi yang menyesali perbuatannya .
“ maksud bapak ? “
, tanya vino yang melihat kearah kepala polisi .
“ akhirnya kalian
datang juga , aku sudah lama menunggu kalian ! “ , suara teriakan
yang mengagetkan mereka berdua .
“siapa kau sebenarnya
? “ , tanya kepala polisi kepada sosok mahluk yang berdiri
dibelakangnya .
“
hahahahahahahahahaha ...” , sosok itu hanya tertawa .
“ kalian mau tahu
siapa aku ? “ , sosok itu membuka topengnya .
“ ini sama sekali
tidak mungkin “ , suara ketakutan kepala polisi .
“kenapa kau jenderal
rio susilo ? “ tanya mahluk itu yang disertai tawa kejamnya .
“ aaarrriiieellll ...
, kau masih hidup ? “ tanya vino yang melihat ariel disertai
tetesan air matanya .
“ kau pikir aku
semudah itu mati ! “ , bentak ariel ke mereka berdua .
Bersambung dulu ya lur
.....?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar