Halaman

Rabu, 11 Desember 2013

Born to kill

Born to kill

part 2

selamat membaca !

**** pukul 15.00

“ hahaha ..... “ , tawa seseorang manusia yang berada di dalam rumahnya .
“ sebentar lagi semua dendamku akan terbalaskan , hanya tinggal 6 polisi lagi yang akan aku bunuh “ , ucap seorang pria misterius “ .
“ dan kau jendral akan ku jadikan mangsa terakhirku “ , dia tersenyum licik dengan memegangi foto para korbannya .


Sementara itu di tempat lain tim A sedang mencari barang bukti di rumah nurwan .
“ Pak vino , kami tak bisa menemukan apapun disini ” , ucap vera .
“ Kayaknya dia sangat rapi dalam membantai korbannya pak ” , seru dewi .
Vino pun bingung akan kasus ini , ini adalah kasus yang rumit dan penuh teka teki , sambil meminum kopi hitamnya .
“ Dewi , vera , keberangkatan kita dimajukan jadi malam ini “ , ucap vino
“ Hha , kenapa pak “ , tanya dewi
“ kita harus segera menemui orang itu supaya kasus ini cepat selesai ” , ucap vino dengan meneguk kopinya .
“ Siap pak ” , kata dewi dan vera .


Tuuuut ... tuuuut ... tuuuut , suara getar handphone dewi .
Dewi pun mengangkat teleponnya .

“ Halo , dengan siapa ya “ ? , ucap dewi namun tak ada respon .
“ Halo ... haloooo ... haallloooo ? ” , ucap dewi berulang – ulang .
dan saat dewi akan mematikan panggilan tersebut muncullah sebuah suara “ KEMATIAN ADALAH MISTERI KEHIDUPAN , DAN KAU TAK BISA MENGUNGKAPNYA “ .
Dewi yang spontan kaget langsung mematikan panggilan tersebut .

“ Wi , panggilan dari siapa ” , tanya vera .
“ Gak tahu tuh “ , tapi suaranya tuh serem banget .
“ Emang gimana seremnya “ , tanya vera sambil menghampiri dewi .
“ KEMATIAN ADALAH MISTERI KEHIDUPAN , DAN KAU TAK BISA MENGUNGKAPNYA .” , begitu suaranya ver ,” ujar dewi .
Vino yang mendengar dewi dan vera berbicara menghampirinya seraya berkata ,” ada numbernya gak ? “
“ Tidak pak “ , jawab dewi .
“ emangnya kenapa pak ? ” , tanya vera .
“ Eemmmmzzhhh , gak apa apa kok ” , jawab vino yang berusaha menyembunyikan ketakutannya . Ya sudah kita pulang aja , dan jam 19.00 kita bertemu di bandara soekarno hatta .


**** pukul 18.45 .

sanusi yang seorang polisi angkatan tahun 1989 , pulang kerumahnya dengan mengendarai mobil mewahnya . Dan diperjalanan pulang atau tepatnya di jl. Jendral sudirman ada sesososk mahluk misterius yang menghalangi jalannya , dengan berdiri ditengah jalan .
“ Siapa sih tuh berdiri di tengah jalan , mau mampus apa ? “ , ucap sanusi sambil memberhentikan mobilnya di depan mahluk misterius itu .
“ Hei , siapa kau bisa minggir gak “ , ucapan saat sanusi keluar dari mobilnya .
tiba tiba .... , sssrrrrttttt , sebuah peluru menembus mata kanan sanusi .

“ Akkkkkhhhhh “ , teriak sanusi sambil memegangi mata kanannya .
“ siapa kau dan mau apa ? ” teriak sanusi kepada sosok misterius itu .
Dan kemudian sosok tersebut menembak mulut sanusi dengan pistolnya .
Sanusi tewas ditempat .


Pukul19.00 di bandara soekarno hatta .

“ Ver , mana sih pak vino lama amat datangnya ? “ , tanya dewi yang sambil mencoba menghubungi atasannya tersebut .
“ Aku juga gak tahu ” , keluh vera dengan nada sedikit kesal .
Tak lama kemudian vino datang dengan pedenya .


“ Maaf terlambat guys ” , ucap vino .
“ Iya pak ” , jawab dewi dan vera dengan nada lemas .
“ Sepertinya akan ada perubahan rencana ” , kata vino sambil memakan coklat .
“ Maksud bapak apa ” , tanya dewi keheranan .


Baru saja ada seorang lagi polisi yang mati di jalan sudirman , diatas mayatnya terdapat sebuah kertas yang bertuliskan .
“ TAK ADA ORANG YANG BISA MENGHENTIKAN WAKTU , BEGITU JUGA KEMATIAN , TAK ADA ORANG YANG BISA MENGHENTIKANNYA “ , ucap vino .

Untuk itu kalian saja yang menemui deniz , biar saya tetap disini .
Tapi pak kami takut , “ kata dewi yang bingung .
“ tak usah takut , daripada kalian saya bunuh disini kalau tidak mau menuruti perintah saya ! “ , ucap vino sambil menyeringai .
Akhirnya pun tim A berpisah , vera dan dewi yang pergi ke washinton dan vino yang kembali ke tempat tkp .


To be continued ...?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar