Born to kill
part 2
selamat membaca !
**** pukul 15.00
“ hahaha
..... “ , tawa seseorang manusia yang berada di dalam rumahnya .
“ sebentar
lagi semua dendamku akan terbalaskan , hanya tinggal 6 polisi lagi
yang akan aku bunuh “ , ucap seorang pria misterius “ .
“ dan kau
jendral akan ku jadikan mangsa terakhirku “ , dia tersenyum licik
dengan memegangi foto para korbannya .
Sementara
itu di tempat lain tim A sedang mencari barang bukti di rumah nurwan
.
“ Pak
vino , kami tak bisa menemukan apapun disini ” , ucap vera .
“
Kayaknya dia sangat rapi dalam membantai korbannya pak ” , seru
dewi .
Vino pun
bingung akan kasus ini , ini adalah kasus yang rumit dan penuh teka
teki , sambil meminum kopi hitamnya .
“ Dewi ,
vera , keberangkatan kita dimajukan jadi malam ini “ , ucap vino
“ Hha ,
kenapa pak “ , tanya dewi
“ kita
harus segera menemui orang itu supaya kasus ini cepat selesai ” ,
ucap vino dengan meneguk kopinya .
“ Siap pak
” , kata dewi dan vera .
Tuuuut ...
tuuuut ... tuuuut , suara getar handphone dewi .
Dewi pun
mengangkat teleponnya .
“ Halo ,
dengan siapa ya “ ? , ucap dewi namun tak ada respon .
“ Halo ...
haloooo ... haallloooo ? ” , ucap dewi berulang – ulang .
dan saat
dewi akan mematikan panggilan tersebut muncullah sebuah suara “
KEMATIAN ADALAH MISTERI KEHIDUPAN , DAN KAU TAK BISA MENGUNGKAPNYA “
.
Dewi yang
spontan kaget langsung mematikan panggilan tersebut .
“ Wi ,
panggilan dari siapa ” , tanya vera .
“ Gak tahu
tuh “ , tapi suaranya tuh serem banget .
“ Emang
gimana seremnya “ , tanya vera sambil menghampiri dewi .
“ KEMATIAN
ADALAH MISTERI KEHIDUPAN , DAN KAU TAK BISA MENGUNGKAPNYA .” ,
begitu suaranya ver ,” ujar dewi .
Vino yang
mendengar dewi dan vera berbicara menghampirinya seraya berkata ,”
ada numbernya gak ? “
“ Tidak
pak “ , jawab dewi .
“ emangnya
kenapa pak ? ” , tanya vera .
“
Eemmmmzzhhh , gak apa apa kok ” , jawab vino yang berusaha
menyembunyikan ketakutannya . Ya sudah kita pulang aja , dan jam
19.00 kita bertemu di bandara soekarno hatta .
**** pukul
18.45 .
sanusi yang
seorang polisi angkatan tahun 1989 , pulang kerumahnya dengan
mengendarai mobil mewahnya . Dan diperjalanan pulang atau tepatnya di
jl. Jendral sudirman ada sesososk mahluk misterius yang menghalangi
jalannya , dengan berdiri ditengah jalan .
“ Siapa
sih tuh berdiri di tengah jalan , mau mampus apa ? “ , ucap sanusi
sambil memberhentikan mobilnya di depan mahluk misterius itu .
“ Hei ,
siapa kau bisa minggir gak “ , ucapan saat sanusi keluar dari
mobilnya .
tiba tiba
.... , sssrrrrttttt , sebuah peluru menembus mata kanan sanusi .
“
Akkkkkhhhhh “ , teriak sanusi sambil memegangi mata kanannya .
“ siapa
kau dan mau apa ? ” teriak sanusi kepada sosok misterius itu .
Dan kemudian
sosok tersebut menembak mulut sanusi dengan pistolnya .
Sanusi tewas
ditempat .
Pukul19.00
di bandara soekarno hatta .
“ Ver ,
mana sih pak vino lama amat datangnya ? “ , tanya dewi yang sambil
mencoba menghubungi atasannya tersebut .
“ Aku juga
gak tahu ” , keluh vera dengan nada sedikit kesal .
Tak lama
kemudian vino datang dengan pedenya .
“ Maaf
terlambat guys ” , ucap vino .
“ Iya pak
” , jawab dewi dan vera dengan nada lemas .
“
Sepertinya akan ada perubahan rencana ” , kata vino sambil memakan
coklat .
“ Maksud
bapak apa ” , tanya dewi keheranan .
Baru saja
ada seorang lagi polisi yang mati di jalan sudirman , diatas mayatnya
terdapat sebuah kertas yang bertuliskan .
“ TAK ADA
ORANG YANG BISA MENGHENTIKAN WAKTU , BEGITU JUGA KEMATIAN , TAK ADA
ORANG YANG BISA MENGHENTIKANNYA “ , ucap vino .
Untuk itu
kalian saja yang menemui deniz , biar saya tetap disini .
Tapi pak
kami takut , “ kata dewi yang bingung .
“ tak usah
takut , daripada kalian saya bunuh disini kalau tidak mau menuruti
perintah saya ! “ , ucap vino sambil menyeringai .
Akhirnya pun
tim A berpisah , vera dan dewi yang pergi ke washinton dan vino yang
kembali ke tempat tkp .
To be
continued ...?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar